| Sinopsis |
Jiwaloka adalah ruang perjumpaan antara kata dan makna, antara luka dan harapan, antara sunyi dan keberanian untuk tetap bertumbuh. Puisi-puisi di dalamnya merekam kegelisahan, keheningan, dan doa-doa kecil yang sering kali tak terucap, namun hidup dalam setiap manusia. Melalui bahasa yang jujur dan sederhana, penulis berupaya menghadirkan puisi sebagai cermin bagi pembaca untuk melihat, merasakan, dan memahami dirinya sendiri.
Buku ini tidak dimaksudkan untuk menawarkan kebenaran tunggal. Setiap puisi terbuka untuk ditafsirkan sesuai pengalaman dan perjalanan batin masing-masing pembaca. Harapan penulis, Jiwaloka dapat menjadi teman dalam kesendirian, penguat dalam kelelahan, serta ruang singgah bagi jiwa yang sedang mencari arti. Akhir kata, semoga Jiwaloka memberi makna, menghidupkan rasa, dan menghadirkan ketenangan bagi setiap pembacanya. |