| Sinopsis |
Atmarasa merupakan getaran rasa yang lahir dari kedalaman jiwa, sementara senandika adalah percakapan batin yang kerap hadir dalam keheningan. Melalui puisi-puisi yang termuat di dalam buku ini, penulis berupaya menyuarakan berbagai pengalaman manusiawi: tentang cinta dan kehilangan, harapan dan kegelisahan, iman dan pencarian makna, serta realitas kehidupan yang kerap tak terucap secara langsung. Puisi menjadi ruang pengakuan, tempat rasa menemukan bahasanya sendiri.
Buku ini tidak disusun untuk menawarkan jawaban-jawaban mutlak, melainkan sebagai undangan bagi pembaca untuk ikut menyelami makna, menafsirkan rasa, dan menemukan pantulan diri dalam setiap bait. Setiap puisi berdiri sebagai senandika kadang lirih, kadang lantang namun semuanya berakar pada kejujuran batin dan kesadaran akan kemanusiaan. |