| Sinopsis |
Perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembangunan berkelanjutan telah membawa perubahan mendasar dalam tata kelola pendidikan Islam. Di tengah dinamika tersebut, sumber daya manusia—guru, tenaga kependidikan, dan pengelola lembaga—menjadi faktor kunci yang menentukan mutu, daya saing, dan keberlanjutan pendidikan Islam. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan kompetensi, lemahnya literasi digital, serta belum optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik manajemen sumber daya manusia pendidikan Islam.
Buku Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam di Era Digital: Integrasi Nilai Islam, Teknologi Digital, dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) hadir sebagai upaya konseptual dan praktis untuk menjawab tantangan tersebut. Buku ini menawarkan paradigma Manajemen SDM Islam Digital yang mengintegrasikan teori manajemen modern, pemanfaatan teknologi digital, serta nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah sebagai fondasi amanah, profesionalisme, dan etika kerja Islami. Transformasi digital dalam buku ini dipahami bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi sebagai ikhtiar strategis dan teologis dalam mengelola manusia sebagai amanah pendidikan.
Disusun secara sistematis dan reflektif, buku ini mengkaji isu transformasi pendidikan Islam, kesenjangan kompetensi pendidik, urgensi digitalisasi manajemen SDM, integrasi agenda SDGs, hingga implikasi teoretis, praktis, dan agenda riset Manajemen Pendidikan Islam ke depan. Dengan pendekatan integratif antara nilai, teknologi, dan keberlanjutan, buku ini diharapkan menjadi referensi utama bagi mahasiswa Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam, dosen, peneliti, serta praktisi pendidikan Islam dalam merancang dan mengimplementasikan pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, beretika, dan berorientasi kemaslahatan. Buku ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia pendidikan Islam yang unggul bukan hanya kebutuhan manajerial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual dalam membangun peradaban pendidikan Islam yang berkelanjutan di era digital. |